Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan XIII 2025 dilaksanakan di Provinsi Sulawesi Selatan yang bertempat di dua kabupaten (Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep) resmi ditutup pada Rabu, 30 Juli 2025. Agenda penutupan dilaksanakan di Kantor Bupati Maros. Pelaksanaan KKN Kebangsaan ke-XIII telah dilaksanakan selama 30 hari ini sukses diikuti oleh hampir seluruh perguruan tinggi di Indonesia yang pada tahun ini membawa tema “Wisata Budaya Warisan Dunia Sebagai Aksi Kebangsaan Kampus Berdampak Mengabdi Pada Negeri”.
Dalam momen penutupan yang berlangsung khidmat, delegasi dari Universitas Nurul Huda turut hadir sebagai bagian dari peserta nasional yang tergabung dalam program tersebut. Sebanyak tiga mahasiswa dari Universitas Nurul Huda yaitu Aqlin Naila Rosydatul Mufidah (Pendidikan Bahasa Inggris), Jenita sari (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) dan Nurun Nisa Anggraini (Pendidikan Ekonomi) telah menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan KKN Kebangsaan dengan baik dan penuh dedikasi.
Selama menjalani KKN di Kabupaten Pangkep dan Kabupaten Maros Tepatnya di Desa Tompo Bulu di kabupaten Pangkep, Leang Leang, dan Pattenea di kabupaten Maros. Mereka aktif terlibat dalam berbagai program pengabdian kepada masyarakat, mulai dari edukasi lingkungan, penguatan sektor pariwisata lokal, hingga kegiatan sosial yang melibatkan warga setempat.

Acara ini dihadiri oleh seluruh peserta KKN Kebangsaan dari seluruh Indonesia, Bupati Maros, Dosen Pembimbing, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dan Wakil Menteri Pariwisata yang turut hadir secara online via zoom.
Ketua Panitia KKN Kebangsaan XIII, Syarifuddin Mabe, mengungkapkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 177 mahasiswa dari 99 universitas di seluruh Indonesia dari berbagai wilayah. Di antaranya Sulawesi (23 universitas), Sumatera (12 universitas), Kalimantan (6 universitas), Papua (2 universitas), Jawa (28 universitas), Maluku (4 universitas), dan Universitas Terbuka.
Dalam pidatonya, Syarifuddin mengatakan bahwa terdapat 22 output buku yang dihasilkan oleh mahasiswa KKN Kebangsaan dari masing-masing posko yang telah melakukan pengabdian selama 30 hari. Hal ini menjadi hasil yang positif dan signifikan bisa mengakat wisata budaya di Sulawesi Selatan.
Penutupan secara resmi dilakukan oleh Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Dr. Beny Bandanadjaja, S.T., M.T. Dalam pidatonya, beliau mengungkapkan penghargaan yang besar kepada Universitas Hasanuddin selaku tuan rumah, pemerintah daerah, serta seluruh perguruan tinggi yang turut berkontribusi dalam kegiatan ini.
Selain itu, Jenita Sari sebagai delegasi mahasiswa Unuha ikut mengungkapkan kesan pengalamannya selama mengikuti KKN kebangsaan. “Saya sangat bersyukur telah terpilih menjadi peserta KKN Kebangsaan yang ke-XIII 2025 ini. Saya bisa menemukan lebih banyak ilmu, serta mengenal berbagai ragam budaya yang ada di Indonesia. Bagi saya, ini adalah salah satu bentuk kesempatan yang jarang didapatkan oleh sebagian besar mahasiswa. Dan alhamdulillah saya mendapatkan keberuntungan untuk menjadi salah satu perwakilan dari Universitas Nurul Huda yang mengikuti KKN Kebangsaan yang luar biasa ini bagi saya,” ungkapnya.
Begitu pula dengan Nurun Nisa Anggraeni yang mengungkapkan hal yang sama bahwa banyak pelajaran, pengalaman, dan relasi baru yang didapat saat mengikuti KKN kebangsaan. “Bersyukur menjadi bagian dari KKN kebangsaan 2025 di Sulawesi Selatan dan menjadi perwakilan Universitas Nurul Huda. Di sini saya bisa belajar banyak hal dan bisa bertemu dengan teman-teman hebat dari berbagai provinsi yang ada di Indonesia. Kami belajar banyak hal mulai dari keberagaman budaya dengan perbedaan suku, bahasa, adat istiadat. Sangat berat untuk pisah dengan mereka yang sudah menjadi keluarga dan saudara selama di sini”, pungkasnya.
Keberhasilan menyelesaikan KKN Kebangsaan ini menjadi capaian penting bagi Universitas Nurul Huda dalam membangun semangat kolaborasi dan kontribusi nyata mahasiswa di tengah masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan semangat gotong royong, para mahasiswa mampu menunjukkan peran strategis generasi muda dalam pembangunan wisata budaya Indonesia dan mengabdi kepada masyarakat.
Penulis: Aqlin Naila Rosydatul M.